INTERAKSI GEMPABUMI TEKTONIK DAN ERUPSI GUNUNG SEMERU TAHUN 2021 BERDASARKAN PERUBAHAN TEGANGAN STATIS

Authors

  • Rifki Aji Saputra Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Moh Iqbal Tawakal BMKG

Keywords:

Coulomb Stress, Erupsi, Gempabumi, Gunung Semeru

Abstract

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia yang telah erupsi lebih dari 70 kali, sejak letusan pertama pada tahun 1818. Pada 4 Desember 2021  Semeru kembali erupsi. Sebelum erupsi, terjadi gempabumi tektonik dalam waktu berdekatan di Laut Selatan Jawa. Gempabumi tersebut terjadi pada 10 April 2021 berkekuatan 6 Mw, kemudian pada 21 Mei 2021 dengan kekuatan 5 Mw, dan terakhir pada 22 Oktober 2022 dengan kekuatan 5 Mw. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian terkait pengaruh gempabumi tektonik yang terjadi di Laut Selatan Jawa Timur terhadap aktivitas Gunung Semeru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan nilai tegangan statis di bawah Gunung Semeru. Perhitungan perubahan nilai tegangan statis dihitung menggunakan perangkat lunak Coulomb 3.3 yang dikembangkan oleh United States Geological Survey (USGS). Penelitian ini menggunakan data mekanisme sumber gempabumi seperti magnitudo, kedalaman dan mekanisme bidang sesar. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa perubahan tegangan statis akibat gempabumi tektonik di Laut selatan Jawa Timur berkisar -0,5  – 0,5 bar. Secara horizontal, sebaran nilai tegangan statis yang mencapai dapur magma Gunung Erupsi berkisar 0,4 – 1 mbar. Kejadian gempabumi di Laut Selatan Jawa Timur tidak secara signifikan memberikan pengaruh terhadap peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

References

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2020). (https://vsi.esdm.go.id/index.php/Gunungapi/data-dasar-Gunungapi/533-g-semeru), Diakses 25 April 2022.

I. Meilano, A. L. Tiaratama, D. D. Wijaya, P. Maulida, S. Susilo, and I. H.Fitri,. (2020). Analisis Potensi Gempa di Selatan Pulau Jawa Berdasarkan Pengamatan GPS, J. Lingkung. dan Bencana Geol., vol. 11, no. 3, pp. 151–159.

E. A. Silver and J. C. (1978). Moore,.The Molucca Sea Collision Zone, Indonesia, J. Geophys. Res. Solid Earth, vol. 83, no. B4, pp. 1681–1691.

T. R. Walter, R. Wang, M. Zimmer, H. Grosser, B. Lühr, and A. Ratdomopurbo. (2007). Volcanic activity influenced by tectonic earthquakes: Static and dynamic stress triggering at Mt. Merapi, Geophys. Res. Lett., vol. 34, no. 5, Mar. 2007.

G. Seropian, B. M. Kennedy, T. R. Walter, M. Ichihara, and A. D. Jolly. 92021). A review framework of how earthquakes trigger volcanic eruptions, Nat. Commun., vol. 12, no. 1, pp. 1–13.

H. D. S. Goldberd. (2017). Analisis Coulomb stress Gempabumi Halmahera Barat MW=7,2 Terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Soputan dan Gunung Gamalama. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 56. Medan: Universitas Sumatera Utara

Mengapa Gunung Semeru Erupsi? Ini Penjelasan Para Pakar. (2022). (https://news.detik.com/berita/d 5852454/mengapa-Gunung-semeru-erupsi- ini-penjelasan-para-pakar), Diakses 8 September 2022.

Informasi Letusan, Magma Indonesia,(2021).(https://magma.esdm.go.id/v1/Gunung-api/informasi-letusan/SMR), Diakses 26 April 2021.

Downloads

Published

2023-08-01

How to Cite

Saputra, R. A., & Tawakal, M. I. (2023). INTERAKSI GEMPABUMI TEKTONIK DAN ERUPSI GUNUNG SEMERU TAHUN 2021 BERDASARKAN PERUBAHAN TEGANGAN STATIS . Buletin Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika, 3(4), 8–14. Retrieved from http://balai2bmkg.id/index.php/buletin_mkg/article/view/84