KONDISI DINAMIKA ATMOSFER SAAT HUJAN LEBAT DI KALIMANTAN SELATAN (PERIODE 12 – 17 JANUARI 2021)

Authors

  • Harun Arrashid STMKG
  • Dedi Sucahyono STMKG
  • Yosafat Donny Haryanto STMKG
  • Latifah N Qomariyatuzzamzami STMKG

Keywords:

Kata kunci: Hujan lebat, Dinamika Atmosfer, Awan konvektif

Abstract

Hujan lebat yang terjadi di Kalimantan Selatan tanggal 12 – 17 Januari 2021 mengakibatkan banjir di beberapa kabupaten/kota. Banjarmasin tercatat ditanggal 12 – 17 Januari 2021 terjadi 4 hari hujan dengan intensitas curah hujan yang lebat dan jumlah total curah hujan sebesar 524 mm. Jumlah rata-rata curah hujan bulan Januari di wilayah Kalimantan Selatan adalah sebesar 394 mm. Jumlah curah hujan yang terjadi pada tanggal 12 – 17 Januari 2021 tersebut menunjukkan bahwa curah hujan tergolong bersifat ekstrem (sangat lebat). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gangguan cuaca yang mempengaruhi kondisi dinamika atmosfer saat hujan lebat tersebut terjadi ditinjau dari gangguan cuaca skala global, regional, serta lokal. Penelitian ini menggunakan data-data yang meliputi  data pengamatan udara permukaan dan pengamatan udara atas, data  model European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), serta citra satelit Himawari-8 kanal IR dan WV. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa gangguan cuaca skala regional dan lokal merupakan faktor yang dominan dalam mempengaruhi kondisi atmosfer  hingga menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif yang signifikan. Aktifnya La Nina sebagai gangguan cuaca skala global dapat menambah potensi pembentukan awan konvektif penghasil hujan. Faktor gangguan cuaca skala regional yaitu adanya konvergensi dan shearline dapat memicu pembentukan awan Cumulonimbus di wilayah Kalimantan Selatan, hal ini didukung oleh hasil tampilan citra satelit berupa suhu puncak awan  mencapai -70°C hingga -80°C. Pada skala lokal, vortisitas negatif sebesar -1x10-5/s hingga -5x10-5/s, divergensi negatif sebesar -1x10-5/s hingga -4x10-5/s, serta kelembaban relatif yang sangat jenuh berkisar 90 - 100% mengindikasikan labilnya atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat terjadi. 

 

References

Tjasyono, B., Juaeni, I., dan Harijono, S.W.B. (2007). Proses Meteorologis Bencana Banjir di Indonesia. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. 8(2):64-78.

Tjasyono, B. (2007). Variasi Iklim Musiman dan Non Musiman di Indonesia, Prosiding Lokakarya Meteorologi Geofisika dan Klimatologi untuk Media dan Pengguna Jasa, Jakarta : BMKG.

Winarso, P.A. (2011). Modul Analisa Cuaca I, Akademi Meteorologi dan Geofisika, Tangerang Selatan.

BMKG.(2010). Peraturan Kepala BMKG tentang Prosedur Standar Operasional Pelaksanaan Peringatan Dini, Pelaporan, Dan Diseminasi Informasi Cuaca Ekstrim, Jakarta, Kep. 009 Tahun 2010.

Endarwin. (2012). Analisa Objektif Terhadap Kejadian Cuaca Ekstrim di Indonesia Memanfaatkan Data Satelit Cuaca, Prosiding Workshop Cuaca Ekstrim, Vol. I No. 19. Hal. 1-3.

Tjasyono, B. H. K., dan Harijono, S.W.(2013). Atmosfer Ekuatorial, Puslitbang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta.

Zakir, A., Sulistya, W., Khotimah, M.K.(2010). Perspektif Operasional Cuaca Tropis, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta.

Effendy, S.(2001). Urgensi Prediksi Cuaca Dan Iklim Di Bursa Komoditas Unggulan Pertanian, Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana/S3. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wirjohamidjojo, S., dan Swarinoto, Y. S.(2013). Meteorologi Sinoptik Analisa dan Penaksiran Hasil Analisis Cuaca Sinoptik, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta.

Fitriyawita, M., Jumarang, M. I., Apriansyah, Sulistya, W., dan Saepudin, M.(2020). Hubungan Pola Garis Arus Angin (Streamline) dengan Distribusi Hujan di Kalimantan Barat, Prisma Fisika 2020, Vol. 08, No, 02, Hal. 135-146

Fibriantika, E., dan Mayangwulan, D. (2020). Analisis Spasial Indeks Labilitas Udara Di Indonesia, Jurnal Sains & Modifikasi Cuaca, Vol. 21, No. 1, Hal. 1-12.

Ismail, P., dan Munandar, M. A.(2017). Analisis Kondisi Atmosfer pada Fenomena Hujan Sangat Lebat di Jakarta (Studi Kasus 21 Februari 2017), Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017, Ha. 196-202.

Downloads

Published

2023-08-01

How to Cite

Arrashid, H., Sucahyono, D., Haryanto, Y. D., & Qomariyatuzzamzami, L. N. (2023). KONDISI DINAMIKA ATMOSFER SAAT HUJAN LEBAT DI KALIMANTAN SELATAN (PERIODE 12 – 17 JANUARI 2021) . Buletin Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika, 3(4), 32–44. Retrieved from http://balai2bmkg.id/index.php/buletin_mkg/article/view/63