KAJIAN KEJADIAN BORNEO VORTEX PADA SAAT TERJADI FENOMENA ENSO
Keywords:
Borneo Vortex, ENSOAbstract
Pada bulan November, Desember, Januari, dan Februari sepanjang tahun terdapat suatu fenomena Borneo Vortex di Barat Laut Pulau Kalimantan sampai sepanjang Laut Cina Selatan bagian selatan. Fenomena ini terbentuk terus menerus dan sering dikaitkan dengan kejadian hujan lebat dan banjir. Borneo Vortex sering terjadi bersamaan dengan fenomena ENSO dan memiliki hubungan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi Borneo Vortex yang terjadi pada saat fenomena ENSO berlangsung. Identifikasi kejadian Borneo Vortex dilakukan dengan melihat pola siklonik pada streamline 925 mb yang dihasilkan dari pengolahan data angin komponen U dan V dari tahun 2000/2001 sampai 2020/2021 periode November, Desember, Januari, dan Februari menggunakan software GrADS. Selain mudah digunakan, GrADS dapat memanipulasi dan mengolah data-data klimatologi dan sains atmosfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi Borneo Vortex tertinggi terjadi pada bulan Desember. Selain itu, fenomena La Nina merupakan peristiwa ENSO yang paling dominan berkaitan dengan peningkatan frekuensi kejadian Borneo Vortex
References
Aldrian, Edvin. (2008). Meteorologi Laut Indonesia. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika.
Anip, M.H.M. (2012). The Interannual and Interdecadal Variability of the Borneo Vortex During Boreal Winter Monsoon. Disertasi, Faculty of the Graduate School, University of Missouri, Amerika Serikat.
BMKG. (2022). Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Indonesia. Jakarta: Pusat Informasi Perubahan Iklim.
Chang, C.P., Harr, P.A., & Chen, H.J. (2005). Synoptic Disturbances over the Equatorial South China Sea and Western Maritime Continent during Boreal Winter. Monthly Weather Review, 133, 489 – 503.
Damuri, Y.R., Perkasa, V., Atje, R., & Hirawan, F. (2019). Perceptions and Readiness of Indonesia Towards the Belt and Road Initiative. Jakarta: Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Haryanto, Y.D. & Prakosa S.H. (2015). Aktivitas Borneo Vortex sebagai Pemicu Hujan Ekstrem Penyebab Banjir Tanggal 6 Desember 2010 di Tarakan, Kalimantan Utara. Proseding Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, Jatinangor.
Haryanto, Y.D., Prayuda, S.S., Agdialta, R., Riama, N.F., Hartoko, A., Anggoro, S., & Zainuri, A. (2020). Identifikasi Borneo Vortex terhadap dinamika suhu permukaan laut di Laut Jawa. Jurnal Penelitian Sains, 3, 104 – 107.
Hermawan. (2015). Indeks Monsun Asia-Australia dan Aplikasinya, Jakarta: LIPI Press.
Isnoor, K.F.N. & Rejeki, H.A. (2018). Analisis Kondisi Atmosfer Saat Terjadi Borneo Vortex dan Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan di Wilayah Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau (Periode 2006 – 2016). Depok: Seminar Nasional Penginderaan Jauh ke-5 Tahun 2018.
Juneng, L & Tangang, F.T. (2010). Long-Term Trends of Winter Monsoon Synoptic Circulations over the Maritime Continent: 1962–2007. Royal Meteorological Society, 1, 199–203.
Lindsey, R. (2009). Climate Variability: Oceanic Niño Index, (https://www.climate.gov/news-features/understanding-climate/climate-variability-oceanic-ni%C3%B1o-index), diakses 21 Juni 2022.
Nabilah, F., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. (2017). Analisis Pengaruh Fenomena El Nino dan La Nina Terhadap Curah Hujan Tahun 1998 - 2016 Menggunakan Indikator Oni (Oceanic Nino Index) (Studi Kasus : Provinsi Jawa Barat). Jurnal Geodesi Undip, 6, 402 – 412.
Prakosa, S.H. (2013). Kajian Dampak Borneo Vortex Terhadap Curah Hujan Di Indonesia Selama Musim Dingin Belahan Bumi Utara, Tesis, Magister Sains, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Prayuda, S.S. & Winarso, P.A. (2015). Pengaruh Cold Surge dan Borneo Vortex di Benua Maritim Bagian Barat. Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 1 – 10.
Rais, A.F., Soenardi, Fanani, Z., & Surgiansyah, P. (2019). Performa Konvergensi Angin Permukaan Diurnal Model Reanalisis Era5 di Benua Maritim Indonesia. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 20, 59 – 65.
Ramage, C.S. (1971). Monsoon Meteorology. New York and London: Academic Press.
Tjasyono, B., Juaeni, I., Gernowo, R., Ruminta, & Baramantyono, B. (2006). Impact of El Nino on Rice Planting in the Indonesian Monsoonal Areas. Jakarta: International Workshop on Agrometeorology.
Trenberth, K.E. (1997). The Definition of El Nino. National Center for Atmospheric Research, 78, 2771 – 2777.
Webster, P.J. & Yang, S. (1992). Monsoon and ENSO: Selectively Interactive System. Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society, 877 – 926.
Yulihastin. (2010). Mekanisme Interaksi Monsun Asia dan Enso. Berita Dirgantara, 11, 99-105.
Zakir, A., Sulistya, W., & Khotimah, M.K. (2010). Perspektif Operasional Cuaca Tropis, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG.


